Sekilas keluarga Johan tidak terjadi sesuatu apapun ,hanya sebuah kelurga normal dan sederhana walupun johan seorang karyawan di perusahan BMUN yang cukup besar .Hanya saja Johan banyak dikenal dilingkungan denga kebiasaan yang orang lain tidak melakukan , banyak yang kadang menyungging senyum sinis melihat Johan dan istrinya berjalan berdua saling bergandengan tangan.Terkadang sang istri melingkarkan tangannya kepinggang Johan.Mereka seperti itu sejak perkawinannya 17 tahun lalu sampai saat ini kebiasaan tersebut tak pernah ditinggalkan.Yang menjadi perhatian para tetangga dan orang orang yang dilewati setiap johan berangkat kerja istrinya selalu mengantar sampai tibanya kendaraan yang menjemput. Kalaupun istrinya tidak mengantar biasanya salah satu anaknya yang mengantar Johan sampai ketempat dimana biasa Johan menunggu mobil.
Kemesraan keluarga Johan terkesan dibuat buat ,tetapi semua itu tidak membuat sedikitpun terganggu.Mereka percaya dengan cara begitu perselisihan keluarga yang sebesar apapun akan cepat bisa ditanggulangi,begitu ketika Johan memberikan alasan kepada salah satu temannya saat mengobrol didepan rumah.Temannya hanya mengangguk menyetujui.
Hampir jam sebelas malam itu ketika angin menghembus sedikit kencang dan awan sedikit mendung.Biasanya Johan dan temannya berpindah tempat ke pos ronda yang mereka bikin hampir lima tahun lalu.Johan melihat teko teh yang disuguhkan istrinya sudah kosong dan segera meminta istrinya untuk membuat seteko teh lagi.Istri johan menuruti apa yang diminta tanpa sedikitpun wajah cemerut atau kesal.Hal seperti ini sudah terjadi beberapa tahun entah kenapa bapak bapak sekitar lingkungan ini lebih senang berkumpul didepan rumah Johan.
Dari kejauhan terdengar suara terompet dan sudah tak asing lagi terdengar oleh warga setempat suara itu datang dari gerobak pedagang sate .Sudah hampir 17 tahun berjualan berkeliling diperumahan ini.Ketika gerobak sate lewat seperti biasa ada saja bapak bapak yang melontarkan candaan dan hanya dibalas sekedarnya menjaga kesopanan.Terkadang Johan merasa miris dengan candaan bapak bapak yang sering terlalu kasar dan terdengar melecehkan.Tetapi sering Johan ketika sendiri di ceritakan bahwa kalau rasa sakit itu ada tetapi demi kelancaran berjualan dan merasa butuh untuk mencari uang disekitar perumahan ini maka candaan itu hanya dijadikan santapan malam.
Johan berdiri dan memberikan beberapa kue yang terlihat terlalu banyak dibawa oleh bapak bapak yang berkumpul.Sambil melihat sate sate yang tersisa Johan bertanya bagaimana malam ini."Seperti biasa saja agak sepi nggak tahu orang ga pada punya duit barangkali" ,Johan hanya tersenyum dan kembali berkumpul dengan temannya.
Jam sudah menunjukan angka 12.30 ketika Johan tinggal sendiri.Tetapi Johan belum masuk kedalam rumah telihat dari piring dan gelas bekas tamu malam ini.Dihembuskannya asap rokok jauh jauh sambil melihat awan yang kembalil terang.Taka lama suara terompet sate terdengar kembali.Johan hapal sekali ini keliling yang terakhir kali setiap malam.Johan berniat untuk mengajak ngobrol sambil menunggu kantuk yang biasanya kan datang sekitar jam tiga.
Johan meminta tukang sate untuk mampir sambil menawarkan teh panas tetapi rupanya yang diinginkan secangkir kopi.Sambil mennunggu kopi yang dibuatkan istrinya johan memulai pembicaraan sambil mengepulkan asap rokok yang tak pernah lepas dari dua jari tengahnya.Saat kopi datang bapak sate mengeluh bahwa keluarga sedang dalam keadaan sedih dan was was menunggu kabar anaknya yang sekarang ada di saudi arabia.Berita terahir dari anaknya lewat sepucuk surat menceritakan keadaan yang mengkhawatirkan.Johan menanyakan isi surat dan berapa lama anaknya berada di arab.
Pembicaraan semakin menarik ketika menceritakannya dari awal.Anaknya seorang janda yang sudah hampir 7 tahun menjanda dan sudah yang ketiga kalinya berangkat ke timur tengah.Dia merupakan anak perempuan paling besar dari 9 anaknya atau no mer 4 dari 9 bersaudara.Asya nama panggilan di saudi yang biasa ditulis disurat.asya merupakan anak yang sangat berbakti keberangkatan nya ke saudi setelah mengalami penderitaan hidup menjalani beberapa kali kegagalan dalam perikahannya.Tak terasa hmalam sudah terlalu larut dan hampir mennjukan angka 3.Tukang sate terlihat segar tapi mengerti bahwa Johan esok hari harus bekerja,sambil pamit dia meminta cara bagaimana menghubungi anaknya dan menginginkan anaknya cepat kembali.Johan mengangguk dengan perasaan yang sangat penasaran.Pagi itu Johan tak sempat memjamkan matanya memikirkan nasaib asya yang ada jauh disana dan mereka reka mengapa hal itu bisa terjadi.
Lamunan Johan baru hilang ketika jam 9 pagi rasa kantuk sudah tak terhalang lagi menutup matanya di kantor.
No comments:
Post a Comment